ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

0
NAMA : YULITA DWI IRAWAN
NPM : 18111280
KELAS : 4KA38

Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi

Etika membantu manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati masyarakat, etika juga membantu merumuskan pedoman etis yang lebih kuat dan norma-norma baru yang dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata kehidupan masyarakat.
Etika membantu untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu dilakukan dan yang perlu dipahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Tujuan Etika dalam Teknologi Sistem Informasi adalah :

Sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga untuk menyusun instrument.

Tujuan digunakannya Etika dalam Teknologi Sistem Informasi :

·         Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
·         Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.

Penerapan Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi :

Etika dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi dapat diterapkan ketika seseorang berhadapan dan menggunakan teknologi sistem informasi. Etika dan profesionalisme sebaiknya sudah menjadi sikap dasar para pengguna Teknologi Sistem informasi setiap saat. Dengan demikian pertanggung-jawaban secara etika dan profesional menjadi nyata.

Penerapkan Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi :

Harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam Teknologi Sistem Informasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi, sehingga pengguna etika dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi ini tentunya adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan dan telah menggunakan Teknologi Sistem Informasi untuk menghindari adanya isu-isu etika dalam pemanfaatan TI.
Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab moral untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di setiap kesempatan dan tempat khususnya tempat kita bekerja. 

Sumber : https://mildsend.wordpress.com/2013/03/16/etika-dan-profesionalisme-teknologi-sistem-informasi/

Kesimpulan

0



Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan kutipan dan catatan kaki pada suatu karangan dan sebagainya, memiliki ketentuan dan aturan yang berlaku dalam penulisannya. Penggunaan kutipan dan catatan kaki sangat penting dalam penulisan buku, majalah, KTI dan lain-lain.
Kutipan
Dari ketiga buku referensi yang telah kami pelajari, bahwa kutipan dibagi menjadi 2 yakni kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Ketiga buku yang kami pelajari mempunyai kutipan langsung dan kutipan tidak langsung yang diambil dari sebuah buku atau pun dari orang-orang terkenal. Walaupun tidak semua buku memiliki kedua jenis kutipan tersebut.
            Catatan kaki
Dari ketiga buku referensi yang telah kami pelajari, bahwa catatan kaki pada setiap buku        berbeda-beda. Dari ketiga buku yang kami pelajari, buku ke-1 menggunakan simbol bintang pada penulisan catatan kakinya. Sedangkan pada buku ke-2 dan ke-3 menggunakan simbol angka pada penulisan catatan kakinya. Namun pada dasarnya penggunaan catatan kaki bertujuan untuk memperjelas dan memberitahu darimana sumber informasi yang didapat oleh penulis. Jadi tidak masalah dengan perbedaan penggunaan simbol pada setiap buku.
Daftar pustaka
Dari ketiga buku referensi yang telah kami pelajari, bahwa penulisan daftar pustaka pada setiap buku adalah sama. Hanya terdapat beberapa perbedaan pada penulisan daftar pustaka, namun tidak merubah fungsi dari daftar pustaka itu sendiri.


Wajah Baru OS Buatan Apple Bernama iOS 7

0
Banyak fitur-fitur baru di dalam iOS 7 dan kita bisa mengunduh sistem operasi iOS 7 tersebut secara gratis, dan kini iOS 7 sudah diunduh sebanyak 200 juta kali pengguna Apple. Namun iOS 7 tidak bisa di pasang untuk semua perangkat buatan apple, hanya iPhone versi 4 hingga terbaru, iPad versi 2 hingga iPad 4, iPad mini dan iPad touch generasi ke 5 hingga terakhir. Namun disini ada kekurangannya yaitu apabila kita mengunduh ke iOS 7 maka kita tidak bisa mengembalikan ke Sistem Operasi versi lama atau versi sebelumnya, untuk itu alangkah baiknya kita pikirkan secara matang terlebih dahulu.

Sangat mudah untuk mengunduh ke iOS 7 caranya adalah masuk ke menu setting, lalu klik software update lalu proses unduh dan install berjalan secara otomatis. 

Berikut adalah beberapa fitur baru dari iOS 7 yang tak ada di iOS 6 :
1. Control Center, pada fitur ini bisa diaktifkan dengan menyapukan jari dari bagian bawah layar. Sebelumnya pada fitur ini hanya bisa diakses dari menu setting, hebatnya fitur ini bisa di akses meski layar terkunci.
2. Notifikasi, pada iOS 6 fitur ini di akses pada bagian atas layar, namur pada iOS 7dilengkapi dengan menu Today untuk menampilkan jadwal harian anda.
3. Menutup Aplikasi, pada iOS 6 fitur ini pengguna harus mengaktifkan Task-Manager untuk memunculkan semua jendela aplikasi yg terbuka, namun pada iOS 7 sudah bisa dilakukan dengan menyapikan jendela aplikasi diatas.
4. Siri, pada iOS 6 fitur inihabya menampilkan suara wanita sesuai dengan keinginan pengguna, namun pada iOS 7 bisa menarik informasi dari situs Wikipedia dan Twitter.
5. Ikon, pada iOS 6 bentuk ikon berdasarkan tekstur benda, namun pada iOS 7 tampilan ikon aplikasi lebih warna-warni, cerah dan dua dimensi.
6.Foto, pada fitur ini kumpulan foto di klasifikasikan berdasarkan waktu dan lokasi pembuatannya dalam kategori tahun.
7. Airdrop, pada fitur ini ditujukan untuk berbagi foto, video, atau dokumen ke sesama pengguna iPhone atau iPad melalui koneksi WiFi dan Bluetooth.
8. Safari, pada fitur ini tampilan multi-tab dibuat menjadi berbentuk berbaris sehingganmemudahkan pengguna untuk memilih tab halaman internet.
9. Itunes Radio, pada iOs 6 fitur ini tidak ada, Apple baru meluncurkan fitur ini khusus pada iOS 7.

Sumber : Koran Tempo. Sabtu, 28 September 2013

Pendapat Mengenai Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Perkuliahan

0
Ekpositoris

Dalam Matakuliah Bahasa Indonesia ada 9 aspek yang dipelajari untuk mencapai tujuan khusus dari pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia yaitu mampu menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar, baik lisan maupun tulisan terutama sebagai pengungkap penulisan ilmiah. Dan berikut adalah 9 aspek yang dipelajari dalam mata kuliah bahasa indonesia :


1. Ragam Bahasa
2. Ejaan
3. Diksi
4. Kalimat
5. Alinea
6. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
7. Kerangka Karangan 
8. Kutipan dan Catatan kaki
9. Abstak dan Daftar Pustaka

Menurut saya, sembilan aspek tersebut sangat penting peranannya dan kita sebagai Mahasiswa harusnya tahu dan memperdalam atau mempelajari ke sembilan aspek tersebut karena ke sembilan aspek tersebut sangat berguna misalnya untuk membuat suatu PI (penulisan ilmiah), didalam penulisan ilmiah tentu saja ke sembilan aspek tersebut bersangkutan untuk membuat PI misalnya kita ambil contoh diksi, didalam PI tentu saja diksi atau pemilihan kata yang digunakan haruslah tepat. Kalimat yang digunakan juga haruslah sesuai dengan yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia, didalam PI juga tentu harus ada daftar pustaka karena dalam menulis suatu Penulisan Ilmiah harus ditulis darimana sumber tersebut.

Jadi kesimpulannya ke sembilan aspek tersebut sangat penting peranannya karena sangat memenuhi syarat dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia dan mahasiswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah dan kita sebagai mahasiswa hendaknya harus mengetahui dan memahami ke sembilan hal tersebut karena untuk membuat suatu Penulisan Ilmiah haruslah mencakup ke sembilan hal tersebut agar Penulisan tersebut dapat menjadi sempurna.


CITA-CITA

0
Cita-cita setelah lulus SI???

SI merupakan jurusan yang bersangkutan dengan komputer dan program, tapi saya tidak mahir dengan program dan masih mau mendalami tentang program tersebut. Semua orang mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, setelah lulus nanti saya ingin menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang banyak orang-orang minati termasuk saya, tidak mudah untuk menjadi PNS harus melewati tes terlebih dahulu.

Sebenarnya cita-cita saya ada banyak, contohnya : ingin membahagiakan dan membanggakan kedua orangtua dengan prestasi yang saya punya atau lulus dengan tepat waktu dan IPK terbaik, ingin bisnis atau usaha dengan membuka toku kue, karna bakat saya adalah membuat kue.  Dan yang pastinya cita-cita semua orang adalah sukses dunia dan akhirat. 

Kenaikan Harga BBM

0
Pendapat Anda Mengenai BBM naik??

Sebenarnya saya setuju dan tidak setuju, karena mungkin Pemerintah menaikan harga BBM ada sebabnya bisa saja Pemerintah tidak mau melihat di Negara ini tidak ada kemacetan lagi dengan banyaknya kendaraan-kendaraan yang ada di Ibu Kota, dengan menaikan harga BBM banyak orang yang enggan menggunakan kendaraannya karena harga BBM yang melonjak tinggi.

Tetapi kasian juga dengan orang-orang yang tidak mampu mereka mungkin keberatan karena naiknya harga BBM, dengan naiknya harga BBM semuanya ikut naik juga seperti sembako, dll.

Oragnisasi

0
INGIN MENDIRIKAN ORGANISASI APA?

Indonesia merupakan kaya akan budayanya, banyak daerah daerah di Indonesia yang masih asri dan sangat indah yang belum banyak orang-orang ketahui, untuk itu saya ingin sekali mendirikan organisasi pencipta alam, karena adanya organisasi tersebut kita dapat mengetahui berbagai macam keindahan alam indonesia yang sangat indah dan rupawan. Tidak perlu keluar Negeri dulu karena di Indonesia tidak kalah indah dengan negara luar.

Cukup dengan keliling Indonesia maka kita akan mengetahui betapa kayanya akan budaya negara kita yaitu negara Indonesia. Dengan organisasi Pencipta Alam maka kita bisa banyak tahu daerah-daerah yang sangat indah yang ada di Indonesia ini. Untuk itu cintailah negara kita negara Indonesia.

Nih baca, hahaa

0

Membuat Program Ganjil dan Genap dengan C++

0


PROGRAM  GANJIL GENAP



berikut adalah kodingannya :





#include <iostream.h> merupakan kepala program dan sebagai bagian dari proses kompilator, Kompilator dari c++ menjalankan program yang dinamakan preprosesor. Pada bagian #include memberitahuakan preprosesor untuk menyertakan kode dari iostream, Berkas iostream berisi deklarasi untuk berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak, atau class-class yang dibutuhkan
#include <conio.h> merupakan library dari bahasa C++ dengan kegunaan untuk memasukkan fungsi clrscr, getch, dll.Void main () merupakan tubuh program atau isi dari program
void main () merupakan tubuh program atau isi dari program
{ Kurung kurawal buka menandakan awal program
clrscr ();Fungsi ini digunakan untuk membersihkan layar window dan memindahkan posisi kursor ke baris 1 kolom 1 (pojok kiri atas).
int a a merupakan tipe data integer (bilangan bulat)
cout<< "masukan angka :"; cin>> a; program akan menampilkan kalimat “ Masukkan angka” dan bila diinputkan datanya maka integer tersebut akan di simpan pada variabel a.
if (a == 0) jika variabel a sama dengan 0
cout<< "nol \n"; maka akan di cetak nol
else if (a % 2 == 0) ..; adalah sebuah kondisi apabila nilai variable total dibagi dengan bilangan dua sisanya adalah nol, maka akan mencetak pernyataan “bilangan genap”

cout<< "genap \n"; adalah apabila kondisi yang diinginkan tidak tercapai maka pernyataan yang akan dicetak adalah “bilangan genap”.
else
cout<< "ganjil \n"; adalah apabila kondisi yang diinginkan tidak tercapai maka pernyataan yang akan dicetak adalah “bilangan ganjil”.
getch (); berfungsi untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar.
} Kurung kurawal tutup menandakan akhir program

Output:












Cara Membuat Ombre Cake

0

Cara Membuat Ombre Cake

Kalian cewe cewe pasti suka bikin cake kan, apalagi ombre cake adalah cake yang lagi banyak di perbincangkan oleh remaja pada saat ini.
Ombre cake adalah cake dengan gradasi dari satu warna sehingga dapat menjadi cake yang sangat cantik dan menarik.

Bahan- Bahan :
1.100 gram tepung terigu
2. 75 gram gula pasir
3. 10 gram susu bubuk
4. 100 gram mentega, dilelehkan
5. 5 putih telur 
6. 3 kuning telur
7. 1/4 sdt garam
8. 1 sdt emulsifier/TBM
9. Pewarna makanan ungu
Frosting:
Butter cream warna putih
Sedikit pewarna petal pink
Cara Membuat:
1. Gabungkan telur, gula pasir, garam dan emulsifier, kocok dengan mixer hingga mengembang rata.
2. Ayak tepung terigu dan susu bubuk, masukkan sedikit demi sedikit ke dalam kocokan sambil terus diaduk.
3. Tuang mentega cair sedikit demi sedikit dan terus aduk.
4. Bagi adonan menjadi enam bagian, tempatkan di wadah yang berbeda.
5. Beri adonan pertama dengan sedikit pewarna bubuk, aduk rata. Tambahkan pewarna jika dirasa kurang kuat warnanya.
6. Lanjutkan dengan adonan kedua dan seterusnya dengan menambah intensitas warna yang semakin kuat/mencolok.
7. Olesi loyang dengan mentega dan taburi dengan tepung agar tidak lengket. Panaskan oven di suhu 180oC.
8. Tuang 6 adonan ke dalam 6 loyang yang berbeda. Panggang adonan hingga matang, kurang lebih 25 menit.
9. Lepaskan cake dari loyangnya setelah matang, biarkan dingin.
10. Ratakan permukaan atas setiap cake hingga membentuk lempengan yang lurus. Caranya, potong permukaan yang menonjol.
11. Susun cake dengan warna yang paling gelap di bagian bawah, olesi dengan butter cream kemudian tumpuk dengan lapisan warna yang sedikit lebih muda. Begitu seterusnya hingga lapisan yang paling atas adalah cake yang berwarna paling muda.
12. Oleskan frosting di bagian luar cake, ratakan dengan cream polisher, hias dengan motif yang disuka.

ini hasil ombre cake yang pernah saya buat :






KADO UNTUK SAMUEL

0

12926784181062922423
12915650891304406632
Aku meneguk sisa es teh tawar yang masih tersisa di gelasku. Ketika aku masih menikmatinya ekor mataku menangkap sosok anak laki-laki yang memperhatikanku. Matanya menatapku. Sebuah tatapan yang menusuk ke dalam hatiku. Tatapan yang penuh iba. Aku meletakkan gelas yang hanya menyisakan es batu yang masih membeku.
“Bu, anak kecil yang duduk di pinggir jalan itu siapa ya?” tanyaku penasaran kepada pemilik warung sambil memandang anak laki-laki tersebut.
“Ow… Duh, kasihan tuh anak, bang!”
“Kasihan kenapa, bu?”
“Sudah seminggu bapanya meninggal gara-gara sakit. Ibunya sih meninggal pas melahirkan dia. Dia ngga punya keluarga lagi. Sekarang sih dia tidur di mana saja karena di usir dari kontrakan.”
“Begitu ya, bu!”
Selesai membayar es teh tawar yang aku pesan. Aku menghampiri anak laki-laki yang hanya mengenakan pakaian kumal tanpa alas kaki. Entah sudah berapa lama dia tidak mengganti pakaiannya.
Semakin aku mendekatinya semakin jelas kelihatan kalau tubuhnya tidak terurus. Dia terus menatapku sampai aku duduk di sampingnya.
“Nama kamu siapa dek?” tanyaku dengan nada bersahabat sambil mengukir sebuah senyuman.
“Aku lapar, kak!” ucapnya sambil memegang perutnya.
Aku mencoba mengingat uang yang masih tersisa di saku dan dompetku. Hanya ada selembar sepuluh ribuan dan dua koin lima ratus.
“Nanti kakak belikan kamu makanan. Tapi nama kamu siapa?” Sekali lagi aku menanyakan namanya.
“Benar kak? Serius? Kakak ngga bohongkan?”
“Iya. Ngapain bohong? Tapi nama kamu siapa?”
Aku melihat senyuman manisnya yang memancarkan barisan giginya yang tersusun rapi tapi berwarna kuning karena tidak pernah disikat.
“Namaku Samuel Lie. Dipanggilnya Samuel. Kalau kakak?”
“Bumi Dinasty, panggil saja kak Bumi!”
Dia mengulurkan tangannya lalu kusambut. Sebuah jabatan salam perkenalan yang hangat. Terasa kalau tangannya penuh dengan debu ketika tanganku bersentuhan dengan tangan munggilnya. Kukunya yang panjang menyembunyikan daki berwarna hitam di setiap kuku jarinya.
“Yuk, kita makan.”
“Di mana kak?”
“Tuh ada warteg!” ucapku sambil menunjuk sebuah warteg.
Dengan langkah semangat Samuel memegang tanganku dan menuntunku ke warteg tersebut. Wajah murungnya berubah menjadi ceria.
Aku hanya memandangnya dengan mata yang hampir copot. Lahap sekali anak ini makan. Kurang dari lima menit, makanan yang aku pesan sudah tidak tersisa lagi. Sampai menjilat jarinya segala.
“Terima kasih ya, kak!” ucapnya dengan malu-malu.
“Sama-sama,” balasku terharu meski aku tahu jatah makan malamku sudah tidak ada lagi.
*****
Aku manatap Samuel yang tidur terlelap yang hanya beralaskan koran dan tumpukan baju di kosku yang hanya berukuran 2×1,5 meter. Masih terngiang pembicaraan antara aku dengan Samuel sebelum dia terlelap.
“Aku panggil kakak dengan sebutan Ko Bumi ya?”
Aku menatapnya dengan keheranan di antara terang yang dipancarkan lilin kecil. Anehkan? Kos yang aku tinggali hanya seratus ribu sebulan. Tanpa listrik dan tanpa kamar mandi. Jadi kalau mau mandi harus ke WC umum. Itu pun harus bayar. Suara kereta api yang lewat persis di depan kosku sudah menjadi musik tersendiri bagiku. Kata orang ada harga, ada mutu. Seperti itulah gambaran kos di pinggiran rel kereta api.
“Dulu aku punya koko.”
“Terus koko kamu di mana sekarang?”
Hening. Sunyi. Bisu.
“Koko… Koko meninggal karena sakit sama seperti papa. Namanya Ko Daniel.”
Kembali kesunyian mencekam.
“Ngga apa-apakan kalau aku manggil kakak dengan panggilan Ko Bumi?”
Aku berusaha untuk tersenyum, “panggil saja Ko Bumi.”
“Oklah kalau begitu.”
Aku tertawa dengan tingkah lakunya yang masih polos.
Karena lelah Samuel langsung tidur terlelap. Sementara aku berusaha menutup mataku diantara suara perutku yang berbunyi karena kelaparan.
*****
12915651631596054007
“Koko pengen punya toko sendiri,” celotehku ketika mengajaknya ke tempatku bekerja. “Ngga perlu besar, yang penting milik sendiri.”
“Kenapa ngga jadi koki saja?”
“Koki?”
“Iya. Bisa makan sepuasnya. Kita makan ya ko?”
“Kamu lapar?”
“Lapar setengah mati.”
“Tapi uang koko tinggal seribu rupiah. Cuma bisa beli gorengan.”
Samuel hanya menatapku.
“Kamu disini ya, koko beliin kamu gorengan dulu.”
“Iya ko.”
Aku berlari untuk membeli dua potong pisang goreng. Begitu kembali, mata Samuel berbinar-binar ketika menerima dua potong pisang goreng.
“Ini untuk aku dan ini untuk koko,” ucapnya sambil menyerahkan sepotong pisang goreng.
“Untuk kamu saja ya!”
“Ngga mau! Koko kan belum makan apa-apa dari semalam?”
Dengan berat hati aku memakannya juga.
Setelah itu aku langsung melakukan tugasku ketika tiba di toko. Membuka toko, lalu membersihkannya, melayani pembeli dan kemudian menutupnya. Gajinya sih cukup untuk bayar kos, makan, kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi. Tapi beruntung Ko Willy, si empunya toko berbaik hati mengizinkan aku memakai komputernya untuk jualan online. Aku menjual tas yang ada di toko Ko Willy di blogku yang kuberiBumiDinasty.com . Keuntungannya memang sedikit. Tapi aku percaya, setia dalam hal yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi.
“Nanti kalau ada yang beli tas sama koko, nanti koko traktir kamu di KFC.”
“Wow! Samuel doain semoga laku. AMIN”
Aku hanya tersenyum. Apa lagi melihat tubuhnya sudah bersih. Meski baju yang dikenakannya kebesaran.
Aku belum bisa membelikan Samuel baju sehinga mau ngga mau dia harus memakai pakaianku.
*****
“Kamu sikat gigi pakai garam ya?”
Samuel menatapku dengan kebingungan.
“Pasta giginya habis. Koko belum bisa beli.”
“Ow…”
“Begini caranya…” ucapku lalu mengambil garam dengan telunjuk tanganku dan menggosokkannya ke gigiku.
“Asin ko!”
Aku tersenyum meski hatiku perih.
“Yah iyalah masa manis.”
*****
12915651891207257977
“Badanmu panas,” keluhku bingung ketika tanpa sengaja menyentuh tubuhnya. “Kamu sakit ya?”
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut munggil Samuel yang merah. Dahinya berkerut dan bibirnya mendesah menahan sakit.
Sementara di luar kos, gerimis mulai turun.
Tubuh Samuel kedinginan. Tidak ada jaket atau selimut. Aku berusaha menghangatkan tubuhnya dengan menempelkan beberapa baju ke seluruh tubuhnya.
“Kita ke dokter ya?” usulku, meski aku sendiri tidak yakin mendapat pertolongan tanpa uang yang cukup. Orang miskin dilarang sakit! Kalau berobat harus pinjam sana-sini buat biaya berobat. Setelah sembuh kerja keras lagi buat bayar hutang.
Aku semakin bingung ketika Samuel tidak menjawab. Dia hanya mengerang dengan mata tertutup rapat.
Aku menggendong tubuh Samuel dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Entah kenapa aku takut kehilangan Samuel. Meski baru dua minggu mengenalnya. Rasanya seperti terjalin ikatan batin yang kuat diantara kami.
Sehari tanpa ocehan Samuel rasanya ada yang aneh. Pertanyaan-pertanyaan sering terlontar dari mulutnya hingga kadang aku kewalahan menjawabnya.
“Woi, mau ke mana loe?” sergah satpam rumah sakit ketika melihatku. “Enak saja main masuk!”
“Adik saya sakit, pak?”
Satpam tersebut memandangku dan Samuel berkali-kali. Mungkin dia bingung, aku yang pribumi memiliki adik yang keturunan Tionghoa.
“Bawa saja ke rumah sakit lain. Di sini bayarnya mahal. Ngga terima pasien kayak begini!”
Ya Tuhan? Apa rumah sakit ini hanya menerima pasien yang menaiki mobil mewah yang bisa di rawat di sini? Sementara orang miskin sepertiku tidak diterima?
Ketika satpam tersebut mengarahkan mobil mewah untuk mendapatkan parkir aku langsung menerobos masuk. Aku tetap nekat untuk masuk. Apa pun akan aku lakukan untuk Samuel. Satpam tersebut hanya pasrah dengan sikapku. Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang melihatku basah kuyup tanpa alas kaki. Sandal nyang kupakai tadi putus. Mungkin sudah waktunya untuk diganti.
Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang memandangku. Dinginnya AC menusuk hingga tulang sum-sumku.
*****
12915652261633796255
Empat hari kemudian.
“Hemofilia?” tanyaku kaget.
“Penyakit gangguan pembekuan darah dan diturunkan oleh melalui kromoson X,” ucap dokter muda yang cantik perawakannya memberiku penjelasan.
Aku menggagumi kecantikannya.
“Tapi selama ini tidak ada keanehan yang saya temui, seperti pendarahan yang terus menerus atau terjadi benturan pada tubuhnya yang mengakibatkan kebiru-biruan. Kalau boleh tahu, Samuel mengidap hemofilia A atau Hemofilia B, dok?”
“Begitu ya? Hemofilia B.”
Aku terdiam.
“Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan menyatakan kalau dia juga positif HIV.”
Aku berdiri seperti patung. Samuel yang masih berumur enam tahun mengidap HIV? Ayah atau ibunyakah yang menularkan? Atau karena dia pernah menjalani transfusi darah dan ternyata Human Immunodeficiency Virus lolos dalam transfusi darah yang dijalanninya.
Kini aku tahu, kenapa tidak ada satu pun keluarganya yang mau menampungnya yang sebatang kara. Mungkin ayahnya meninggal karena HIV juga. Entahlah.
Aku menatap wajah pucat Samuel yang terbaring lemah dengan infus yang terpasang ditubuhnya. Selama Samuel di rawat tidak ada satu pun kata keluh kesah yang keluar dari mulutnya.
Masih jelas tergambar di memoriku pembicaraan kami berdua ketika mengajaknya makan di KFC di salah satu mal di bilangan Jakarta Barat.
“Samuel pengen kado natal!” Ungkap Samuel tiba-tiba begitu melihat nuansa natal yang menghiasi setiap penjuru mal.
“Mau kado apa?”
“Cuma pengen boneka Tazmania.”
“Nanti koko belikan kalau koko sudah punya duit. Beberapa harri ini belum ada tas yang laku. Nanti koko belikan boneka Tazmania yang gede.”
“Yang kecil juga ngga apa-apa kok.”
“Tapi jangan lupa berdoa ya.”
“So, pasti!”
Malamnya sebelum beranjak tidur, kembali dia mengutarakan keinginannya.
“Koko pasti belikan buat kamu. Berharap sebelum natal banyak tas yang laku.”
“Amin!” teriaknya memecah kesunyian malam.
Hatiku miris, seharian aku dan Samuel hanya minum air kran. Tidak ada duit yang tersisa.
“Maafkan koko, Samuel,” bisikku dalam hati sambil mengusap kepalanya.
Menit berikutnya.
Dia mengajakku berdoa. Biasanya aku yang mengajaknya.
“Tuhan… Berkati Ko Bumi ya. Berkati pekerjaannya dan usaha on…”
“Online.” timpalku yang mengetahuinya kesulitan menyebut kata tersebut.
“Usaha onlinenya. Berkati juga bloknya.”
Aku tersenyum ketika dia menyebut kata blog dengak pemakaian huruf K dibelakangnya.
“Nama blognya apa ko?”
BumiDinasty.com,” ucapku dengan perlahan-lahan.”
“Berkati Bumi Dinasty dot com ya Tuhan. Biar banyak orang yang diberkati.”
Aku terharu. Aku meneteskan air mataku.
*****
“Ko, aku mau pulang saja!”
“Kenapa sayang? Di sinikan enak? Ngga kayak di kos koko.”
“Tapi aku kasihan koko harus berhutang untuk bayar semuanya.”
Diam. Sesak.
“Kamu jangan pikirkan itu ya, sayang. Tuhan pasti cukupkan semuanya.”
Tidak ada pilihan selain meminjam uang dengan Ko Willy dengan jaminan gajiku di potong setengah dari seharusnya aku terima setiap bulan.
Sebatang kara seperti ini tidak bisa berharap pertolongan kepada keluarga. Ah, betapa indahnya kalau masih memiliki keluarga. Teman? Ini Jakarta. Uang ngga jatuh dari pohon kayak daun kering. Siapa yang mau memberikan pinjaman kepadaku tanpa jaminan apa-apa yang bisa disita kalau tidak mampu melunasi hutang yang ada? Memberikan pinjaman ke keluarga sendiri saja masih pakai hitung-hitungan. Kalau mau nyumbang harus di ekspos. Berharap kepada manusia memang sering mengecewakan.
“Kamu harus di rawat di sini supaya cepat sembuh.”
“Ko…. Maafkan aku.”
“Kenapa harus minta maaf?”
“Aku sudah merepotkan koko.”
Aku menggenggam tangannya. “Kamu tidak merepotkan kok. Percayalah! Koko malah senang bisa berkorban buat kamu.”
******
12915652635125962
1291565283359961275
1291565305740409917
Segala macam usaha telah di coba oleh tim dokter yang menangani Samuel. Sudah dua minggu terakhir ini berbagai obat pun silih berganti dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Setiap hari berjam-jam aku menemaninya setelah pulang dari jaga toko. Mengobrol, bergurau atau kadang-kadang berdongeng untuknya.
“Ko, apa artinya meninggal dunia?”
Pertanyaan yang menghentakkan diriku yang lelah dan lapar. HIV sudah memporak-porandakan seluruh sistem pertahanan tubuh Samuel. Infeksi yang tidak terlalu berat pun dapat menimbulkan penyakit yang fatal.
“Artinya, kamu akan suatu tempat yang jauh. Tempat di mana kamu berasal.”
“Perginya sendirian?” tanyanya lemah.
Mataku berkaca-kaca. Namun aku mencoba untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.
“Sendirian. Tapi kamu jangan takut.”
“Kalau aku meninggal dunia, siapa yang akan menemani koko?”
Akhirnya air mataku juga jatuh. Diantara penderitaannya dia masih memikirkanku.
“Aku tahu, koko sering ngga makan biar aku kenyang. Koko sering jalan kaki pulang pergi ke toko biar bisa belikan aku sesuatu setiap hari. Nanti di sana, siapa yang motongin kuku Samuel?” ucapnya sambil meneteskan air matanya.
Aku memeluknya.
“Kamu ngga usah mikirin koko ya, sayang!  Tuhan pasti menjaga koko.”
“Nanti kalau aku sudah besar dan punya uang yang banyak. Aku mau belikan koko sebuah toko. Biar koko ngga usah kerja lagi. Trus belikan koko rumah dan mobil, biar kalau hujan bisa tetap tidur enak dan tidak perlu lagi jalan kaki.”
Mulutku tertutup rapat. Bungkam. Tak ada kata yang bisa melewati kerongkonganku. Di tengah rasa sakitnya, dia masih menyimpan sebuah impian. Bukan keluh kesah karena sakit yang di deranya.
******
1291565334890052374
Aku membawa sebuah boneka Tazmania kecil untuk Samuel. Samuel yang terbaring lemah memaksakan senyumannya.
“Ko…”
“Kenapa sayang?”
“Besok aku tidak bisa ikut koko natalan di gereja.”
“Ngga apa-apa.”
“Kamu suka ngga bonekanya?”
“Terima… kasih… ya, ko! Bonekanya bagus banget.”
“Maafkan koko ya. Koko ngga bisa belikan kamu boneka yang gede.”
“Ko, aku mau… kasih koko… kado.”
Aku tercengang!
“Aku cuma… bisa kasih lagu buat koko…”
Aku mendekatkan kupingku di wajah Samuel. Suaranya semakin pelan.
“Ku yakin saat Kau berfirman
Ku menang saat Kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu
Ku aman karna Kau menjaga
Ku kuat karna Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya”
Air mataku terus jatuh ketika dengan susah payah dia menyelesaikan lagu tersebut. Meski sudah tidak ada lagi harapan Samuel tetap percaya mujizat itu ada.
“Selamat natal ya ko,” ucapnya dengan sangat pelan.
“Selamat natal juga sayang.”
“Ko…”
“Iya, sayang!”
“Koko bisa nyanyikan aku sebuah lagu…”
Tanpa berpikir panjang aku memenuhi permintaan Samuel. Lagu kegemarannya…
Dalam segala perkara
Tuhan punya rencana
Yang lebih besar dari
Semua yang terpikirkan
Apapun yang Kau perbuat
Tak ada maksud jahat
Sebab itu kulakukan 
Semua dengan-Mu Tuhan
Reff:
Ku tak akan menyerah pada apapun juga
Sebelum ku coba, semua yang ku bisa
Tetapi kuberserah kepada kehendak-Mu
Hatiku percaya Tuhan punya rencana.
Tangan kanan Samuel mendekap boneka Tazmanianya sementara tangan kirinya menggengam tanganku.
Genggamannya makin lama makin lembut hingga tak ada lagi nadinya yang berdetak.
“Surga menantimu, pahlawan kecilku,” bisikku dikupingnya yang dingin.
12915653581392454104
12915653731802124900
*****
TAMAT